Minggu, 15 Maret 2020

DESAIN SYSTEM


5.1          Pengertian Desain System

Desain atau perancangan dalam pembangunan perangkat lunak merupakan upaya untuk mengonstruksi sebuah sistem yang memberikan kepuasan (mungkin informal) akan spesifikasi kebutuhan fungsional, memenuhi target, memenuhi kebutuhan secara implisit atau eksplisit dan segi performansi maupun penggunaan sumber daya, kepuasan batasan pada proses desain dan segi biaya, waktu, dan perangkat.
Desain perangkat lunak bukan hanya sebuah perancangan berupa interface (antar muka) sebuah perangkat lunak, tetapi memiliki lingkup yang jauh lebih luas.
Sebuah proses untuk mendefinisikan sesuatu yang akan dikerjakan dengan menggunakan teknik yang bervariasi serta didalamnya melibatkan deskripsi mengenai arsitektur serta detail komponen dan juga keterbatasan yang akan dialami dalam proses pengerjaannya.
Sebuah proses perancangan membutuhkan pengetahuan mengenai berbagai teknik atau model perancangan yang dapat digunakan. Selain itu, sebuah perancangan membutuhkan hasil analisa yang telah mampu mendeskripsikan kebutuhan dari sistem yang akan dibuat.Dan seorang desainer harus memahami kendala atau hambatan yang mungkin terjadi pada saat implementasi.
Ini berarti bahwa sebuah proses perancangan memiliki 3 unsur penting, yakni :
1.      Pengetahuan mengenai teknik perancangan
2.      Kebutuhan sistem
3.      Kendala yang mungkin terjadi
Desain Perangkat Lunak merupakan sebuah proses yang berkelanjutan dari analisa dan didalamnya melakukan identifikasi hasil analisa serta menghasilkan konsep dasar untuk kepentingan pengembangan perangkat lunak.
Dalam pengertian yang sama, dapat digolongkan bahwa perancangan adalah mengubah dari “apa” yang menjadi kebutuhan, menjadi “bagaimana” mendefinisikan kebutuhan tersebut menjadi sebuah perangkat lunak. Acuan umum untuk menilai bahwa hasil perancangan merupakan hasil perancangan yang baik
Hasil perancangan harus mengimplementaasikan hasil analisa secara eksplisit dan memenuhi kebutuhan pengguna secara implisit. Hasil perancangan harus dapat dimengerti oleh pihak pengembang perangkat lunak yang akan mengimplementasikan ke dalam bahasa pemrograman. Hasil perancangan harus menyediakan gambaran yang lengkap mengenai perangkat lunak yang akan dibuat, baik dari segi data, fungsi serta perilaku yang akan dijalankan oleh perangkat lunak tsb.
Sebuah perancangan perangkat lunak yang baik harus memenuhi syarat-syarat berikut :
1.      Fleksibel
2.      Mudah ditransfer
3.      Mudah dimodifikasi
4.      Mudah digunakan
5.      Handal
6.      Aman
7.      Tidak Mahal
Desain suatu perangkat lunak merupakan proses beberapa tahap yang difokuskan pada 4 atribut yang berbeda dari sebuah program yaitu:
1.      Struktur Data
2.      Arsitektur software
3.      Tampilan antarmuka
4.      Algoritma (prosedur)

5.2          Membuat Prototipe menggunakan Balsamiq Mockup

Berikut adalah langkah-langkah membuat prototype menggunakan balsamiq mockup :
1.        Setelah aplikasi berhasil diinstall di PC atau laptop silahkan anda buka aplikasi tersebut.
2.        Langkah berikutnya yaitu memilih platform yang akan digunakan , dengan cara memilih menu toolbar container, di bagian container telah disajikan berbagai macam platform penampil aplikasi yaitu Browser, Smartphone dan Ios. Pada tutorial kali ini saya ingin membuat menggunakan platform Smartphone. Cara menggunakannya cukup mudah cukup klik gambar smartphone dan tarik kebagian tengah layar.
3.        Apabila tampilan device sudah muncul silahkan tambahkan keterangan di bagian atas dengan cara memilih menu text dan pilih label. Text yang dipilih juga dapat diubah propertinya, seperti mengubah ukuran font.
4.        3. Setelah anda membuat keterangan login , langkah berikutnya membuat form username dan password dengan cara pilih bagian menu Form dan pilih text input. 
5.        4. Setelah form username dan kata sandi berhasil dibuat, langkah selanjutnya membuat tombol masuk dengan cara tetap pada menu form dan pilih button.
6.        5. Apabila prototipe berhasil dibuat, silahkan periksa dan jalankan hasil karya anda dengan menekan tombol play di bagian kanan atas aplikasi. Di bawah ini gambar hasil prototipe login.
7.        Setelah prototipe dirasa sudah baik ,silahkan export hasil nya ke bentuk PDF , dengan cara memilih menu project dan pilih export to PDF.

ANALISIS SYSTEM


4.1         Pengertian Analisis Sistem

Analisis sistem adalah sebuah teknik pemecahan masalah yang menguraikan sebuah sistem menjadi komponen-komponennya dengan tujuan mempelajari seberapa bagus komponen-komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk meraih tujuan mereka.
Analisis mungkin adalah bagian terpenting dari proses rekayasa perangkat lunak. Karena semua proses lanjutan akan sangat bergantung pada baik tidaknya hasil analisis. Ada satu bagian penting yang biasanya dilakukan dalam tahapan analisis yaitu pemodelan proses bisnis. 
Model proses adalah model yang memfokuskan pada seluruh proses di dalam sistem yang mentransformasikan data menjadi informasi (Harris, 2003). Model proses juga menunjukkan aliran data yang masuk dan keluar pada suatu proses. Biasanya model ini digambarkan dalam bentuk Diagram Arus Data (Data Flow Diagram / DFD). DFD meyajikan gambaran apa yang manusia, proses dan prosedur lakukan untuk mentransformasi data menjadi informasi.
External Entity melambangkan sumber data (dari mana data berasal) atau penerima informasi (tujuan akhir dari data). Contoh external entity antara lain konsumen yang memesan suatu produk, manajer yang mengevaluasi laporan penjualan mingguan, dan lain-lain.
Proses adalah serangkaian langkah yang dilakukan untuk memanipulasi data, misalnya pengumpulan, pengurutan, pemilihan, pelaporan, peringkasan, analisis dan lain-lain.
Data store adalah tempat untuk menyimpan data untuk digunakan kemudian. Nama yang pada data store ini merupakan abstraksi dari data yang disimpan. Namun detil / item data apa saja yang ada, bagaimana cara akses, atau bagaimana mengorganisasinya tidak dijelaskan dalam notasi ini.
Data flow menunjukkan aliran data dari satu tempat ke tempat lain. Perpindahan data ini dapat dari external entity ke proses, antar proses satu dengan yang lain, dari proses ke data store. Dalam penggambarannya setiap data flow harus diberi label yang menunjukkan data apa yang mengalir.
Context diagram adalah DFD ruang lingkup dari sistem yang menunjukkan batas-batas sistem, external entitiy yang berinteraksi dengan sistem dan aliran data utama antara external entity dengan sistem. Context diagram menggambarkan keseluruhan sistem dalam suatu proses tunggal. Pada proses ini diberi notasi angka 0 untuk menunjukkan ini adalah level paling abstrak dari sistem. 
Data flow yang tampak pada gambar menunjukkan ada satu data flow yang masuk ke sistem dan ada tiga data flow yang keluar dari sistem. Masing-masing data flow diberi label yang menunjukkan data apa yang sedang mengalir.
Setelah context diagram terbentuk dengan benar maka langkah selanjutnya adalah merinci context diagram tersebut dalam DFD Level 0. DFD Level 0 adalah DFD yang merepresentasikan proses-proses, data flow dan data storage utama di dalam sistem. DFD Level 0 ini akan digunakan sebagai dasar untuk membangun DFD yang level dibawahnya (Level 1, 2, 3, .. dst) atau biasa disebut sebagai dekomposisi DFD.
Masing-masing proses diberi nomor kode 1.0, 2.0, 3.0 dan 4.0. Jumlah external entity harus tetap yaitu 3 demikian puladata flow yang keluar dan masuk (input dan output) ke dalam sistem harus sama dengan pada context diagram. Sedangkan data flow yang berada di dalam sistem (yang mengalir antar proses dan atau data storage) tergantung pada proses dan data storage yang terlibat.
Ada dua data storage yaitu Goods Sold File dan Inventory File. Kedua data storage ini digunakan untuk menyimpan data dari suatu proses. Data ini juga akan dibaca / diakses oleh proses yang lain. Sebagai contoh data storage Inventory File berisi data hasil proses 3.0(Update Inventory File). Data ini akan digunakan proses 4.0 (Produce Management Reports) untuk membuat laporan yang akan disampaikan pada Restaurant Manager.
DFD level berikutnya yaitu level 1, 2 dan seterusnya diperlukan apabila level sebelumnya dirasa kurang detil. Sebagai contoh apabila DFD level 0 (Gambar 14.12) dirasa belum cukup detil menunjukkan arus data yang mengalir, maka dapat dibuat detilnya pada DFD level 1. 
Bagian yang harus didetilkan biasanya adalah proses. Detil pada level berikutnya, mungkin pada semua proses atau hanya pada proses-proses tertentu saja. DFD pada level 0 maupun level di bawahnya memiliki kesamaan aturan yang tersaji.

4.2         Teknik Pengumpulan Data

4.2.1     Teknik Wawancara

Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut :
1.    Lebih mudah dalam menggali bagian sistem mana yang dianggap baik dan bagian mana yang dianggap kurang baik.
2.    Jika ada bagian tertentu yang menurut anda kurang digali lebih dalam, anda langsung menyatakan kepada narasumber.
3.    Dapat menggali kebutuhan user secara lebih luas.
4.    User dapat mengungkapkan kebutuhannya secara lebih bebas
Selain mempunyai beberapa kelebihan tersebut, teknik wawancara juga mempunyai beberapa kelemahan. Berikut ini adalah beberapa kelemahan dari teknik wawancara :
1.    Wawancara akan sulit dilakukan jika narasumber kurang dapat mengngkapkan kebutuhannya.
2.    Pertanyaan dapat menjadi tidak terarah, terlalu fokus pada hal-hal tertentu dan mengabaikan bagian lainnya.
Berikut ini adalah beberapa panduan dalam melakukan kegiatan wawancara agar memperoleh data yang diharapkan :
1.    Buatlah jadwal wawancara dengan narasumber dan beritahukan maksud dan tujuan wawancara.
2.    Buatlah panduan wawancara yang akan anda jadikan arahan agar pertanyaan dapat fokus kepada hal-hal yang dibutuhkan.
3.    Gunakan pertanyaan jelas dan mudah dipahami.
4.    Cobalah untuk menggali mengenai kelebihan dan kekurangan sistem yang telah berjalan sebelumnya.
5.    Anda boleh berimprovisasi dengan mencoba menggali bagian-bagian tertentu yang menurut Anda penting.

4.2.2     Teknik Observasi

Pengumpulan data dengan menggunakan observasi mempunyai keuntungan yaitu :
1.        Analisis dapat melihat langsung bagaimana sistem lama berjalan.
2.        Mampu menghasilkan gambaran lebih baik jika dibandingkan dengan teknik lainnya.
Sedangkan kelemahan dengan menggunakan teknik observasi adalah :
1.        Membutuhan waktu cukup lama karena jika observasi waktunya sangat terbatas maka gambaran sistem secara keseluruhan akan sulit diperoleh.
2.        Orang-orang yang sedang diamati biasanya perilakunya akan berbeda dengan perilaku sehari-hari (cenderung berusaha terlihat baik). Hal ini akan menyebabkan gambaran yang diperoleh selama observasi akan berbeda dengan perilaku sehari-hari.
3.        Dapat menggangu pekerjaan orang-orang pada bagian yang sedang diamati.
Berikut ini adalah beberapa petunjuk untuk melakukan observasi :
1.        Tentukan hal-hal apa saja yang akan diobservasi agar kegiatan observasi menghasilkan sesuai dengan yang diharapkan.
2.        Mintalah izin kepada orang-orang yang berwenang pada bagian yang akan diobservasi.
3.        Berusaha sedikit mungkin agar tidak menggangu pekerjaan orang lain.
4.        Jika ada yang Anda tidak mengerti, cobalah bertanya. Jangan membuat asumsi sendiri.

4.2.3     Teknik Kuisioner

Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner mempunyai keuntungan yaitu :
1.        Hasilnya lebih objektif, karena kuisioner dapat dilakukan kepada orang banyak sekaligus.
2.        Waktunya lebih singkat.
Sedangkan kelemahan pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner adalah sebagai berikut :
1.        Responden cenderung malas untuk mengisi kuisioner.
2.        Sulit untuk membuat pertanyaan yang singkat, jelas, dan mudah dipahami.
Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membuat kuisioner menghasilkan data yang baik :
1.        Hindari pertanyaan isian, lebih baik pilihan ganda, karena responden biasanya malas untuk menulis banyak, dan jika reponden menuliskan sesuatu sering kali susah untuk dipahami. Dan juga dengan pertanyaan pilihan ganda, akan memudahkan Anda untuk melakukan rekapitulasi data hasil kuisioner.
2.        Buatlah pertanyaan yang tidak terlalu banyak.
3.        Buatlah pertanyaan singkat, padat, dan jelas.

4.3         Jenis kebutuhan

4.3.1     Functional Requirement

Kebutuhan yang terkait dengan fungsi produk, misalnya sistem informasi harus mampu mencetak laporan, sistem informasi harus mampu menampilkan grafik, dan lain-lain.

4.3.2     Development Requirement

Kebutuhan yang terkait tools untuk pengembangan sistem informasi baik perangkat keras maupun perangkat lunak, misalnya sistem informasi dikembangkan dengan menggunakan alat bantu Eclipse untuk pengembangan dan StarUML untuk pemodelan.

4.3.3     Deployment Requirement

Kebutuhan terkait dengan lingkungan di mana sistem informasi akan digunakan baik perangkat lunak maupun perangkat keras. Contoh kebutuhan ini misalnya sistem informasi harus mampu berjalan pada server dengan spesifikasi perangkat keras memory GB DDR3, processorlntel Xeon Quad Core, dan spesifikasi sistem operasi Ubuntu Server 9.

4.3.4     Performance Requirement

Kebutuhan yang terkait dengan ukuran kualitas maupun kuantitas, khususnya terkait dengan kecepatan, skalabilitas, dan kapasitas. Misalnya sistem informasi tersebut hams mampu diakses oleh minimal 1000 orang pada waktu yang bersamaan.

4.3.5     Documentation Requirement

Kebutuhan ini terkait dengan dokumen apa saja yang akan disertakan pada produk akhir. Dokumen yang biasanya dihasilkan pada tahap akhir pengembangan sistem informasi antara lain dokumen teknis (mulai dan dokumen perencanaan proyek, analisis, desain, sampai pengujian), user manual, dan dokumen pelatihan.

4.3.6     Support Requirement

Kebutuhan yang terkait dukungan yang diberikan setelah sistem informasi digunakan. Dukungan teknis tersebut misalnya adanya pelatihan bagi calon pengguna.

4.3.7     Miscellaneous Requirement

Kebutuhan ini adalah kebutuhan-kebutuhan tambahan lainnya yang belum tercakup pada beberapa kategori kebutuhan yang telah terdefinisi di atas.

SOFTWARE REQUIREMENT SPESIFICATION


Requirement adalah gambaran dari layanan (services) dan batasan bagi system yang akan dibangun. Atau requirement adalah pernyataan/gambaran pelayanan yang disediakan oleh system, batasan - batasan dari system dan bisa juga berupa definisi matematis fungsi - fungsi system.

3.1          Definisi persyaratan

Kondisi kemampuan yang dibutuhkan oleh pengguna untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan. Suatu kondisi atau kemampuan yang harus dipenuhi atau dimiliki oleh sistem untuk memenuhi kontrak, standar, spesifikasi, atau dokumen resmi lainnya yang dikenakan "Tujuan dari kegiatan persyaratan untuk menghasilkan Spesifikasi Persyaratan Software / software requirement spesification (SRS) yang menjelaskan apa perangkat lunak yang diusulkan harus melakukan tanpa menggambarkan bagaimana perangkat lunak akan melakukannya.

3.2          Software Requirement Specification yang baik

Tujuan dasar dari Software Requirement Specification (SRS) adalah untuk menjembatani kesenjangan komunikasi antara klien dan pengembang, sehingga mereka memiliki visi bersama tentang perangkat lunak yang akan dibangun.
Oleh karena itu, salah satu keuntungan utama dari SRS yang baik adalah :
1.    SRS menetapkan dasar kesepatakan antara Pengguna dan Pengembang Jadi, melalui SRS, klien secara jelas menggambarkan apa yang diharapkan dari pengembang.
2.    SRS menyediakan referensi untuk validasi produk akhir SRS membantu klien menentukan apakah perangkat lunak yang memenuhi persyaratan. Tanpa SRS yang tepat, tidak ada cara klien dapat menentukan apakah perangkat lunak yang disampaikan adalah apa yang diperintahkan, dan tidak ada cara pengembang dapat meyakinkan klien bahwa semua persyaratan telah dipenuhi.

3.3          Kebutuhan proses

Proses persyaratan adalah urutan kegiatan yang perlu dilakukan dalam fase persyaratan dan yang berujung pada menghasilkan dokumen berkualitas tinggi yang berisi SRS.
Proses persyaratan biasanya terdiri dari tiga tugas dasar yaitu :
1.      Masalah atau analisis kebutuhan
2.      Persyaratan spesifikasi
3.      Validasi kebutuhan

3.4          Spesifikasi persyaratan

Fokus spesifikasi persyaratan adalah pada penetapan persyaratan dalam dokumen. Isu - isu seperti representasi, bahasa spesifikasi, dan alat - alat yang ditujukan pada kegiatan ini.
Mengatur dengan benar dan menjelaskan persyaratan adalah tujuan yang penting dari kegiatan ini.

3.5          Validasi persyaratan

Validasi Persyaratan berfokus untuk memastikan bahwa apa yang telah ditetapkan  dalam SRS adalah segala yang berkaitan dengan persyaratan perangkat lunak dan memastikan bahwa SRS berkualitas baik. Proses persyaratan berakhir dengan produksi SRS divalidasi.

3.6          Proses kebutuhan

Perangkat lunak harus memberikan bantuan dalam merepresentasikan dan mengakses file - file eksternal yang dibuat dengan alat bantu lain. Persyaratan Fungsional dan Non Fungsional, Persyaratan User, Persyaratan Sistem Dokumentasi, Persyaratan Perangkat Lunak RPL.
User harus diberi fasilitas untuk mendefinisikan jenis file eksternal. Setiap file eksternal bisa memiliki alat bantu relevan yang bisa diterapkan pada file tersebut. Setiap file eksternal bisa direpresentasikan sebagai ikon yang spesifik pada display user.
Fasilitas harus disediakan untuk ikon yang merepresentasikan suatu jenis file eksternal yang akan didefinisikan oleh user. Ketika user memilih suatu ikon yang merepresentasikan file eksternal, efek pemilihan adalah penerapan alat bantu yang berhubungan dengan jenis file eksternal ke file yang direpresentasikan oleh ikon yang dipilih RPL.
Gambar ini menunjukkan bagaimana persyaratan user dapat diperluas menjadi beberapa persyaratan system. Persyaratan user harus ditulis untuk klien dan manajer kontraktor yang tidak memiliki pengetahuan teknis rinci mengenai system.o spesifikasi persyaratan sistemm harus ditunjukan bagi staf teknis senior dan manajer proyek. Spesifikasi ini akan dipakai dai klien dan kontraktor End-user system dapat membaca kedua dokumen ini. Yang terakhir, spesifikasi perancangan lunak merupakan dokumen yang berorientasi pada implementasi. Spesifikasi ini harus ditulis untuk perekayasa perangkat lunak yang akan mengembangkan system.

3.7          Persyaratan Fungsional

Pernyataan layanan tentang bagaimana sistem harus bereaksi terhadap input,  sistem harus berlaku pada situasi - situasi tertentu. Secara khusus menyatakan apa  yang tidak boleh  dilakukan sistem.
Merupakan penjelasan tentang layanan yang perlu disediakan oleh system, bagaimana  system menerima dan mengolah masukan, dan bagaimana system mengatasi situasi - situasi tertentu. Selain itu kadang - kadang juga secara jelas menentukan apa yang tidak dikerjakan oleh system. Functional Requirement menggambarkan system requirement secara detail seperti input, output dan  pengecualian yang berlaku

3.8          Persyaratan Non Fungsional

Pernyataan tentang batasan layanan dan fungsi yang diberikan sistem. Karena berkaitan dengan kebutuhan system secara keseluruhan, maka kegagalan memenuhi kebutuhan jenis ini berakibat pada system secara keseluruhan. Contoh kebutuhan jenis ini adalah kecepatan  akses,  keamanan data, besarnya kapasitas penyimpanan yang diperlukan, privasi masing - masing  profil / account, bahasa pemrograman yang digunakan, system operasi yang digunakan. 
Ada 3 jenis persyaratan non – fungsional :
1.      Product Req
Berkaitan dengan kehandalan, kecepatan, kemudahan digunakan, kapasitas memori yang  dibutuhkan dan efisiensi system.
2.      Organisasi Req
Berkaitan dengan standar, bahasa pemrograman dan metode rancangan yang digunakan.
3.      External Req
Berkaitan dengan masalah etika penggunaan, interoperabilitas dengan system lain, legalitas dan privasi.

3.9          Persyaratan Domain

Persyaratan yang datang dari domain aplikasi sistem dan merefleksikan karakteristik domain tersebut. User dapat mencari semua atau satu set awal database atau memilih subset darinya. Sistem akan menyediakan viewer yang sesuai bagi user untuk membaca dokumen pada penyimpanan (store) dokumen. Semua pemesanan diberi identifier yang unik (ORDER_ID) yang dapat di copy user ke area penyimpanan permanen untuk account tersebut.

 3.10     Persyaratan Produk

Persyaratan yang diambil dari spesifikasi produk, seperti persyaratan hardware  untuk mendukung kinerja. Persyaratan Organisasi yaitu persyaratan yang berasal dari kebijakan dan prosedur pada organisasi.



 3.11     Persyaratan Eksternal

Persyaratan yang berasal dari faktor eksternal terhadap sistem dan proses pengembangannya.

 3.12     Macam-macam Requirement

1.      User Requirement (Kebutuhan Pengguna)
Pernyataan tentang layanan yang disediakan system dan tentang batasan - batasan operasionalnya. Pernyataan ini dapat dilengkapi dengan gambar / diagram yang dapat dimengerti dengan mudah.
2.      System Requirement (Kebutuhan Sistem)
Sekumpulan layanan / kemampuan system dan batasan - batasan yang ditulis secara detail. System Requirement document sering disebut functional Specification (Spesifikasi Fungsional), menjelaskan dengan tepat dan detail. Ini bisa berlaku sebagai kontrak antara klien dan pembangun.
3.      Software Design Specification ( Spesifikasi Rancangan Perangkat Lunak)
Gambaran abstrak dari rancangan software yang menjadi dasar bagi perancangan dan implementasi yang lebih detail.

PENGENALAN DFD

7.1           Pengertian DFD Data Flow Diagram (DFD) merupakan suatu cara atau metode untuk membuat rancangan sebuah sistem yang mana ...